Postingan

MILAD KE-65 IPNW

Maulanasyaikh dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap pendidikan dan penyebaran ilmu agama. Salah satu kebijakan yang beliau terapkan adalah memerintahkan para pelajar Nahdlatul Wathan (NW) untuk pulang ke kampung halaman masing-masing saat masa libur tiba. Tujuannya untuk mensyiarkan ilmu agama yang telah mereka pelajari selama menimba ilmu di pesantren. Para pelajar NW diharapkan dapat membagikan pengetahuan mereka kepada masyarakat setempat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapabilitas keagamaan masyarakat lokal terhadap ajaran Islam.  Selain itu, ada tujuan khusus yang tidak kalah penting, yaitu memperkenalkan dan mensyiarkan Nahdlatul Wathan (NW) sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen dalam membangun masyarakat yang berilmu dan berakhlak mulia. Menuju Hari Milad, Yuk ramai-ramai pasang Twibbon MILAD ke- 65 IPNW (19 Februari 1960 - 2025). Link Twibbon: https://bit.ly/65ipnw

NAHDLATUL WATHAN LEMBAGA KITA

Diary Sya'ban (19) *MAULANA: "NAHDLATUL WATHAN LEMBAGA KITA"* (Catatan 19, Semarak HADI NW ke-72) Pendiri NW telah memperkenalkan karyanya, ciptaannya, gagasan dan gerakannya berupa organisasi Nahdlatul Wathan lewat berbagai macam media. Satu diantaranya adalah media lagu atau nasyid. Karena nasyid menjadi something nice, cepat tersebar, mudah difahami dan biasanya digemari karena nilai seni membuat hidup manusia menjadi indah. Kodrat insan suka keindahan, suka mencari ketenangan, kesenangan, hiburan. Nilai seni dilihat Maulana sebagai sarana dakwah. Sarana yang mudah dipergunakan menyampaikan informasi, termasuk mengajak ummat kepada kebaikan, kepada kemajuan via nasyid. Mendidik ummat nilai-nilai yang agamis, termasuk nasionalis. Nahdlatul Wathan menjadi tempat berkumpul, sarana berbuat dan beramal, berkarya. Maulana menyebutnya Nahdlatul Wathan Lembaga kita. Jadi kata lembaga bermakna organisasi, wadah, sarana, kendaraan dan kata yang serumpun lainnya. Kalau kita intip...

*BAGAIMANA CINTA MAULANA PADA NW?*

Diary Sya'ban (3) *BAGAIMANA CINTA MAULANA PADA NW?* (Catatan 5 Semarak HADI NW ke-72) Ada sebuah ungkapan menyebutkan: "Siapa yang cinta sesuatu pasti sering menyebut sesuatu itu." Ya benar sekali. Ketika seseorang jatuh cinta pada kekasih hatinya, dimana-mana yang menjadi buah bibirnya adalah buah hati belahan jantungnya itu. Meskipun kadang tidak ada yang nanya, refleks dia cerita, banyak dia menyebut dan memujinya. Maulana cinta betul pada karya besar NWnya. Perhatian dan kepedulian beliau pada NW menjadi tanda cinta beliau pada organisasi masyrakat (Ormas) yang berlambang bulan bintang bersinar lima ini. Tidak bisa disembunyikan bagaimana mahabbah beliau pada NW yang merupakan  amanat dan wasiat guru besar beliau Syaikh Hasan Muhammad Al-Massyat. Coba saja perhatikan bagaimana NW yang berpokok Iman Taqwa ini selalu disebut Maulana. Pertama beliau menyusun sebuah lagu Mars NW. Sebagai wujud dan expresi kecintaan beliau pada NW itu, Maulana mengungkapkan isi hati belia...

SELEMAT MILAD KETUM PB NW

Diary Rajab (2) *SELAMAT HARI MILAD KETUM PBNW* 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷 Penulis: Abdul Manan Marda (Sekretaris Imam 36) Doa kita adalah bentuk takzim dan hormat kita pada guru. Munajat kita untuk kebaikan orang mulia adalah simbol cinta kita. Kita sebagai murid pasti ingin terus diguyur keberkahan dan kebaikan, maka salah satu caranya adalah merawat mahabbah kita dengan guru dan orang-orang mulia. Kita ingin termasuk golongan orang-orang yang "Almar-u ma'aman ahabbay yaul qiyamah". Ingin menjadi bagian dari jamaah atau kelompok para pecinta orang-orang soleh. Karena yakin kelak di akhirat Allah akan kumpulkan hamba-hamba-Nya pasti bersama orang-orang yang dicintainya. Modalnya adalah cinta. Cinta yang tulus dan murni. Cinta yang dilandasi keikhlasan semata hanya mengharap ridho Allah Swt. Bukan cinta-cintaan, apalagi cinta palsu. Bentuk cinta yang tinggi dan istimewa adalah mendoakan orang kita cintai, memohonkan kebaikan dan kejayaan untuk yang kita takzimi dan hormati. Kado te...

YA ROB ANUGERAHI KAMI NIKMATNYA BELAJAR

Diary Jumadil Awal (55) *YA ROB.. ANUGERAHI HAMBA NIKMATNYA BELAJAR* *(Catatan Hari Ke-6 PAS MA Al-Ittihadiyah NW Sepakat)* Tidak habis pikir bagi kita, mengapa orang-orang dulu begitu menikmati kegiatan belajar. Sangat cinta majlis ilmu. Seringkali lupa urusan lain oleh karena nikmatnya belajar. Seperti para Imam-imam, ulama-ulama, para pecinta ilmu dan ibadah kepada Allah Swt.  Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Al-Anfenani punya hikayat yang membuat kita menggelengkan kepala, karena langka terjadi kenikmatan belajar seperti yang terjadi pada diri Sultonul Auliya itu, yaitu suatu ketika beliau tidak menyadari bahwa sorbannya terbakar api. Ibunya yang bernama Hj. Halimatussa'diyah yang mengetahui hal itu dan langsung berteriak kaget, membuat si Zainuddin kecil terjaga dan menyadari diri. Hal ini tentu sebuah keberkahan, yang akan membuat seseorang akan menjadi pribadi yang beruntung. Bagaimana jadinya ya, seandainya diri ini sejak masih kecil menjadi anak yang rajin...

MENEROPONG MASA DEPAN

 Diary Jumadil Awal (34) *MENEROPONG MASA DEPAN* *(Catatan Muzakarah Pagi dan Ngrujak Bareng Santri Pondok)* The only way to do great work is to love what you do." Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah mencintai apa yang kamu lakukan (Kata Bijak) Hari ini akan menjadi cerita esok. Karena hidup ini berjalan terus kedepan. Hari ini akan bersejarah kedepannya, ketika kalian-kalian sudah pada sukses. Sudah menjadi orang yang bermanfaat, berkarir, berdedikasi untuk ummat. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Intinya kita isi hari ini dengan hal yang bermanfaat. Mempersiapkan masa depan dengan sesuatu yang akan membuat kita bisa survive, bisa berdayasaing di dunia global.  Kita sebaiknya tidak hanya berfikir untuk hari ini, tapi untuk kemaslahatan dan kemanfaatan bagi ummat dan masyarakat kedepannya. Jalan yang terbaik untuk mengisi hari ini adalah dengan belajar yang giat. Ngaji yang rajin.  Tapi kita jangan terlalu khawatir dengan masa depan, ka...

MENDIDIK DENGAN KELEMBUTAN

Diary Jumadil Awal (29) MENDIDIK DENGAN KELEMBUTAN (Catatan membersamai Mudir RQNW berziarah ke Syaikhul Ma'had DQH NW Anjani/Panglima Barisan Hizbullah NW di Gedeng Sembalun) من أنا من أنا لولاكم ، كيف ما حبكم كيف ما أهواكم Siapa gerangan diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian ( guru ), Bagaimana aku tidak mencintai kalian dan bagaimana aku tak menginginkan tuk bersama kalian. (Qasidah Man Ana) Sembalun begitu ramah dan mendamaikan. Betah rasanya berlama-lama di potongan sorga di bumi ini. Nikmat rasanya bersahabat dengan alam. Selalu memberi kedamaian dan ketentraman. Tapi ingat, berdecak-kagumnya kita pada pesona alam, jangan sampai melupakan kita kepada Sang Penciptanya. Sembalun diselimuti hawa dingin yang kuat. Meskipun demikian, lebih menarik fadhilah Subuh berjamaah daripada masih mendengkur dalam tidur pagi yang melalaikan. Hati yang beriman, tak akan kalah dengan godaan nafsu yang menipu. Kalau menuruti keinginan hawa nafsu, paling enak menarik selimut kemba...