MENEROPONG MASA DEPAN
Diary Jumadil Awal (34)
*MENEROPONG MASA DEPAN*
*(Catatan Muzakarah Pagi dan Ngrujak Bareng Santri Pondok)*
The only way to do great work is to love what you do." Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah mencintai apa yang kamu lakukan (Kata Bijak)
Hari ini akan menjadi cerita esok. Karena hidup ini berjalan terus kedepan. Hari ini akan bersejarah kedepannya, ketika kalian-kalian sudah pada sukses. Sudah menjadi orang yang bermanfaat, berkarir, berdedikasi untuk ummat.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Intinya kita isi hari ini dengan hal yang bermanfaat. Mempersiapkan masa depan dengan sesuatu yang akan membuat kita bisa survive, bisa berdayasaing di dunia global.
Kita sebaiknya tidak hanya berfikir untuk hari ini, tapi untuk kemaslahatan dan kemanfaatan bagi ummat dan masyarakat kedepannya. Jalan yang terbaik untuk mengisi hari ini adalah dengan belajar yang giat. Ngaji yang rajin.
Tapi kita jangan terlalu khawatir dengan masa depan, karena efeknya nanti pada pikiran. Dibawa enjoy aja. Dinikmati ngaji kita, belajar kita. Kita buat happy saja ya agar tidak puyeng, apalagi sampai stress. Tidak seperti itu.
Intinya kita senangi yang kita lakukan. Kita nikmati agenda-agenda kita. Kita berusaha untuk tidak menjadikannya beban. Tapi yang terbaik menyenangi apa yang kita laukan. Menikmati apa yang menyibukkan kita. Enjoy saja.
Cerita hari ini akan menjadi unik pada waktunya nanti. Kita pasti ingin melihat suatu hari nanti si Abdulah Syahidin santri asal plores yang hari ini baru kelas VII, kelak menjadi seorang yang dihormati dan hargai karena ilmu dan status sosialnya. Bisa jadi menjadi seorang Bupati di Plores NTT.
Cita-cita harus besar, harus tinggi. Karena bercita-cita itu kan gratis. Tidak butuh biaya. Justru itu yang menjadi motivasi, menjadi dayasaing. Niat dan hajat harus kita kawal dengan doa. Mari bangun minat dan bakat santri sejak dini. Kita ajak berdiskusi, mempersiapkan masa depannya.
Saya baca di sebuah buku bahwa "Gagal merencanakan berarti merencanakan gagal", Nah.. sebaiknya kita ajak mereka merencanakan masa depan mereka. Memberikan mereka semacam peta. Kalau boleh salah satu referensinya adalah buku "Tuhan Inilah Proposal Hidupku" karya Jamil Azzaini.
Tokoh yang terkenal dengan branding Sukses Mulia ini menawarkan solusi bagaimana agar kita bisa merencanakan masa depan. Beliau menggambarkan kalau saja sebuah acara yang hanya bertemakan Hari Ulang Tahun saja kita betul-betul merencanakannya, lalu mengapa masa depan yang penting tidak kita rencanakan?
Tapi sebenarnya kurang lebihnya, kita bisa meneropong alias memprediksi masa depan kita seperti apa, hanya dengan melihat kesuksesan orang lain. Kalau ada hari ini kita melihat seorang yang meraih gelar akademik, dengan status sosial yang baik, maka kita perlu belajar langkah-langkah yang telah beliau jalani.
Kalau merujuk buku "Life Revolution" karya Tung Desem Waringin, menawarkan sukses dengan Ilmu Modelling atau ilmu mencontek. Kita tinggal mengikuti cara dan jurus-jurus yang sudah ditempuh oleh orang yang telah berhasil. Yang kita contek adalah ikhtiarnya, perjuangannya.
*(Jum'at 23 Jumadil Awal 1445 H/22 Nopember 2024)*
Komentar
Posting Komentar