SELEMAT MILAD KETUM PB NW

Diary Rajab (2)
*SELAMAT HARI MILAD KETUM PBNW*
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Penulis: Abdul Manan Marda
(Sekretaris Imam 36)

Doa kita adalah bentuk takzim dan hormat kita pada guru. Munajat kita untuk kebaikan orang mulia adalah simbol cinta kita. Kita sebagai murid pasti ingin terus diguyur keberkahan dan kebaikan, maka salah satu caranya adalah merawat mahabbah kita dengan guru dan orang-orang mulia.

Kita ingin termasuk golongan orang-orang yang "Almar-u ma'aman ahabbay yaul qiyamah". Ingin menjadi bagian dari jamaah atau kelompok para pecinta orang-orang soleh. Karena yakin kelak di akhirat Allah akan kumpulkan hamba-hamba-Nya pasti bersama orang-orang yang dicintainya.

Modalnya adalah cinta. Cinta yang tulus dan murni. Cinta yang dilandasi keikhlasan semata hanya mengharap ridho Allah Swt. Bukan cinta-cintaan, apalagi cinta palsu. Bentuk cinta yang tinggi dan istimewa adalah mendoakan orang kita cintai, memohonkan kebaikan dan kejayaan untuk yang kita takzimi dan hormati.

Kado terbaik untuk orang yang kita takzimi, hormati, cintai adalah doa. Doa adalah simbol ketulusan cinta. Karena kita pasti tidak ingin orang yang kita cintai itu dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Kita selalu mengharapkan keselamatan, kenyamanan, ketentraman buat yang kita kasihi. 

Karena sejatinya doa itu "something valuable", nilainya melebihi emas intan permata. Kita yakin apa yang ada disisi Tuhan yang terbaik. Karena Tuhan punya ilmu kun fayakun. Jadi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Apa yang menurut kita sulit, bagi Tuhan gampang. Sesuatu yang menurut kita ringan, bagi Tuhan itu gampang.

Oleh karena tidak ada yang impossible bagi Yang Maha Rahman, tidak ada yang tidak bisa bagi Yang Maha Perkasa, tidak ada kelemahan dan kekurangan bagi Yang Maha Kaya, itulah sebabnya paling layak hanya kepada-Nya meminta pertolongan. Karena segala sesuatu dalam kuasa-Nya.

Kita sadar, Tuhan menitipkan petunjuk-Nya, karunia-Nya, ilmu dan keberkahan wasilah dari guru-guru kita, pimpinan dan panutan kita. Kita juga tahu Tuhan mencintai kita, dengan mengirimkan orang-orang pilihan, insan mulia untuk menjadi tempat kita bertanya, menjadi panutan dan ikutan, menjadi penyemangat dalam berfastabiqul khoirot, dialah guru.

Almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, Pendiri Madrasah NWDI, NBDI dan organisasi NW telah menunjuk penggantinya yaitu Maulanasyaikh Dr. TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Lc. MPdI untuk melanjutkan perjuangan Nahdlatul Wathan, terus menggerakkan ummat berfastabiqulkhoirot.

Kita Sang Pengganti yang akrab kita sapa Hamzanwadi II telah menginjak usia ke 44 tahun. Tepatnya Hari Senin enam januari ini adalah milad beliau yang mengingatkan kita untuk turut bersyukur atas nikmat umur, nikmat ngiring guru, nikmat berjamaah dalam rumah besar organisasi yang berlambangkan bulan bintang bersinar lima.

Mabruk alfa mabruk wahai guru. Kami jamaah Nahdlatul Wathan melangitkan doa semogan pelungguh senantiasa dianugerahi Allah kesehatan dan keafiatan. Kami bermunajat kepada Yang Maha Kaya agar senantiasa anugerahi pelungguh umur yang panjang, juga kekuatan lahir batin mengemban tugas mulia menahkodai kapal besar yang punya tagline dari pendirinya "nahdlatul wathan filkhoir nahdlatul wathan fastabiqulkhoirot."

*(Senin 6 Rajab 1446 H/ 6 Januari 2025)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAHDLATUL WATHAN LEMBAGA KITA