*BAGAIMANA CINTA MAULANA PADA NW?*
Diary Sya'ban (3)
*BAGAIMANA CINTA MAULANA PADA NW?*
(Catatan 5 Semarak HADI NW ke-72)
Ada sebuah ungkapan menyebutkan: "Siapa yang cinta sesuatu pasti sering menyebut sesuatu itu." Ya benar sekali. Ketika seseorang jatuh cinta pada kekasih hatinya, dimana-mana yang menjadi buah bibirnya adalah buah hati belahan jantungnya itu. Meskipun kadang tidak ada yang nanya, refleks dia cerita, banyak dia menyebut dan memujinya.
Maulana cinta betul pada karya besar NWnya. Perhatian dan kepedulian beliau pada NW menjadi tanda cinta beliau pada organisasi masyrakat (Ormas) yang berlambang bulan bintang bersinar lima ini. Tidak bisa disembunyikan bagaimana mahabbah beliau pada NW yang merupakan amanat dan wasiat guru besar beliau Syaikh Hasan Muhammad Al-Massyat.
Coba saja perhatikan bagaimana NW yang berpokok Iman Taqwa ini selalu disebut Maulana. Pertama beliau menyusun sebuah lagu Mars NW. Sebagai wujud dan expresi kecintaan beliau pada NW itu, Maulana mengungkapkan isi hati beliau lewat bait-bait lagu yang special tentang NW-nya. Mars NW ini sudah menjadi lagu wajid dipopulerkan, diakrabkan pada kader-kader NW, baik sebagai peserta didik, guru, pengurus organisasi maupun jamaah pada umumnya.
Berikutnya Maulana juga sering sekali disetiap awal pidato atau tausyiah mendeklarasikan selogan "Pokoknya NW, Pokok NW Iman dan Taqwa". Sebelum menyampaikan banyak hal berup nasihat-nasehat keislaman, menularkan semangat perjuangan, beliau terlebih dahulu meyel-yelkan NW-nya. Menyebut tiga kali tag-line singkat sebagai reklame apa yang dicinta.
Artinya dengan menyebut "Pokoknya NW" itu Maulana sedang memberitahu kita semua tentang cinta, tentang perhatian dan kepeduliannya pada NW, nah pertanyaannya sekarang apakah kita sebagai murid-mutid beliau ittiba mencintai apa yang dicintai Maulana Seorang murid yang cinta pada gurunya pasti juga ikut mencintai apa yang dicinta sama gurunya.
Diumumkan cintanya, diceritakan atensinya, diungkapkan isi hatinya tentang NW, bahkan meminta kita murid-muridnya, simpatisannya, pengurus dan pejuang NW untuk menjaga NW. Maulana ingin kita semua meneruskan perjuangan NW. Maulana banyak sekali bernasihat baik dalam tausyiah langsung dihadapan ummat bahkan banyak berwasiat yang ditulis dalam kitab wasiatnya, menyebut agar kita kompak utuh bersatu dalam NW.
Namanya cinta itu nyata, bukan samar-samar, bukan pula asal-asalan. Cinta itu suci, sejati dan setia. Itulah cinta Maulana pada NWnya. Sekarang kita yang mengaku murid Maulana, ap bisa disebut cinta Maulana kalau kita tidak mencintai apa yang dicintai Maulana?
Dalam beberapa tausyiah beliau menyebut "Cinta Ajak-ajak" alias cinta palsu, mereka yang tidak memperjuangkan NW, mereka yang tidak memperdulikan dan tidak punya perhatian pada NW. Cinta beliau pada NW bukan cinta ajak-ajak alias cinta bohong. Tapi cinta murni, karena dengan mencintai NW, itulah cara mengexpresikan cintanya pada gurunya.
Di setiap kesempatan Maulana cerita tentang NW, membahas tentang organisasi yang nomor Wahid ini. Bahkan diberbagi lagu yang dikarang beliau, NW selalu saja disebut-sebut. Seperti seorang yang tengah kasmaran dengan kekasih hatinya.
"Nahdlatul Wathan Setia" bait pertama dari lagu Nahdlatain ini meletupkan the power of love dalam jiwa seorang Pahlawan Nasional ini. Dengan kalimat itu beliau bercerita bahwa beliau setia pada NWnya. Cinta dan peduli pada NWnya. Sekaligus juga sebagai pesan buat kita agar kita yang ngiring beliau, hendaknya setia juga pada NW.
Jadi murid yang cinta pada Maulana, otomatis mencintai NW. Karena NW tidak bisa dipisahkan dari diri Maulana. Begitu juga mereka yang mengaku cinta Maulana, tapi meninggalkan NW, keluar dari NW, bagaimana bisa disebut mencintai Maulana? Karena sekali lagi Maulana dengan NW itu satu kesatuan yang tak terpisahkan. Iya kan?
*(Sabtu, 3 Sya'ban 1446 H/ 1 Pebruari 2025)*
Komentar
Posting Komentar