YA ROB ANUGERAHI KAMI NIKMATNYA BELAJAR
Diary Jumadil Awal (55)
*YA ROB.. ANUGERAHI HAMBA NIKMATNYA BELAJAR*
*(Catatan Hari Ke-6 PAS MA Al-Ittihadiyah NW Sepakat)*
Tidak habis pikir bagi kita, mengapa orang-orang dulu begitu menikmati kegiatan belajar. Sangat cinta majlis ilmu. Seringkali lupa urusan lain oleh karena nikmatnya belajar. Seperti para Imam-imam, ulama-ulama, para pecinta ilmu dan ibadah kepada Allah Swt.
Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Al-Anfenani punya hikayat yang membuat kita menggelengkan kepala, karena langka terjadi kenikmatan belajar seperti yang terjadi pada diri Sultonul Auliya itu, yaitu suatu ketika beliau tidak menyadari bahwa sorbannya terbakar api. Ibunya yang bernama Hj. Halimatussa'diyah yang mengetahui hal itu dan langsung berteriak kaget, membuat si Zainuddin kecil terjaga dan menyadari diri.
Hal ini tentu sebuah keberkahan, yang akan membuat seseorang akan menjadi pribadi yang beruntung. Bagaimana jadinya ya, seandainya diri ini sejak masih kecil menjadi anak yang rajin belajar. Anak yang menghargai waktu. Serta pribadi yang cinta majlis-majlis ilmu.
Tuhan telah membukakan peluang untuk kita semua belajar. Yang Maha Mengetahui juga telah membekali kita semua dengan akal pikiran yang mahal harganya. Tidakkah kita rugi setengah mati kalau semua fasilitas keunggulan manusia itu tidak kita manfaatkan?
Semua kita disayang Tuhan. Karena siapapun dibawah kolong langit ini dianugerahi Tuhan waktu dengan jumlah jam yang sama, yaitu 24 jam. Mereka yang telah menyadari keagungan ilmu, mereka yang telah tahu kemuliaan belajar, pasti tidak akan mau buang-buang waktu.
Salah kita yang selalu tunduk pada nafsu, khilaf kita yang mau mendengarkan bisikan setan untuk menunda-nunda kebaikan untuk membaca Al-Qur'an, padahal al-Qur'an sumber ilmu dan inspirasi untuk sukses. Kitab-kitab para ulama menanti kita untuk banyak membacanya.
Astaggirullahalaziim.... betapa banyak waktu terbuang percuma, itu semua karena kelalaian hamba ya Rob. Betapa rugi hamba ya Rob.. bila hal ini terus menjadi kebiasaan hamba. Maka dari itu ya Rob.... anugerahi hamba kenikmatan belajar sebagaimana kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba pilihan-Mu.
Andaikan kami menyadari kekeliruan ini, lalu merubah diri dari menyia-nyiakan waktu, apa jadinya hamba yang pemalas ini? Apa jadinya hanba yang lalai ini. Ampuni dosa hamba ya Rob.... pasti Engkau tak ingin menitipkan ilmu kepada manusia berdosa, nista.
Ya Rob.... hamba menyadari kekeliruan diri. Ya Rob.... hamba tak tahu bersyukur. Ya Tob... hamba manusia bergelimang maksiat. Ya Rob.. hamba berlumur kebatilan. Tapi hamba punya Tuhan Yang Maha Pengampun. Hamba punya Tuhan Maha Kasih-sayang.
Al-Ittihadiyah tempat kami berikhtiar, menuntut ilmu, belajar bertaqorrub kehadirat-Mu. Anugerahi hamba kenikmatan belajar. Anugerahi hamba kegemaran membaca Al-Qur'an. Anugerahi hamba kegigihan menuntut ilmu. Anugerahi hamba kesabaran dan keikhlasan menjalani tugas-tugas selaku khalifah dibumi-Mu.
*(Rabu 2 Jumadil Akhir 1446 H/4 Desember 2024)*
Komentar
Posting Komentar