MENDIDIK DENGAN KELEMBUTAN
Diary Jumadil Awal (29)
MENDIDIK DENGAN KELEMBUTAN
(Catatan membersamai Mudir RQNW berziarah ke Syaikhul Ma'had DQH NW Anjani/Panglima Barisan Hizbullah NW di Gedeng Sembalun)
من أنا من أنا لولاكم ، كيف ما حبكم كيف ما أهواكم
Siapa gerangan diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian ( guru ), Bagaimana aku tidak mencintai kalian dan bagaimana aku tak menginginkan tuk bersama kalian. (Qasidah Man Ana)
Sembalun begitu ramah dan mendamaikan. Betah rasanya berlama-lama di potongan sorga di bumi ini. Nikmat rasanya bersahabat dengan alam. Selalu memberi kedamaian dan ketentraman. Tapi ingat, berdecak-kagumnya kita pada pesona alam, jangan sampai melupakan kita kepada Sang Penciptanya.
Sembalun diselimuti hawa dingin yang kuat. Meskipun demikian, lebih menarik fadhilah Subuh berjamaah daripada masih mendengkur dalam tidur pagi yang melalaikan. Hati yang beriman, tak akan kalah dengan godaan nafsu yang menipu.
Kalau menuruti keinginan hawa nafsu, paling enak menarik selimut kembali, mengabaikan shalat subuh, lalu memilih lanjut tidur. Tapi itu nauzubillah ya, karena pasti setan akan mengencingi telinga kita, kalau pilih shalat ketika matahari terbit. Hal ini kebiasaan buruk yang harus dibuang jauh-jauh.
Yang membuat Ust Wathan tidak habis pikir adalah, hebatnya warga jamaah Sembalun termasuk orang-orang yang rajin meramaikan masjid dengan shalat berjamaah, termasuk shalat Subuh meskipun waktunya sangat besar tantangan untuk menunaikannya, dikarenakan dingin yang luar biasa.
Mahasiswa S3 Pascasarjana UNAIR Surabaya ini menuturkan, bahwa berkali-kali berkesempatan shalat Subuh berjamaah di masjid Sembalun, selalu dipadati jamaah. Padahal dipagi subuh dinginnya minta ampun, bahasa saya airnya seperti sudah dikasi es batu.
Baik sekali Mudir RQNW, menu makan kita selalu special. Pagi-pagi sudah tersaji sarapan pagi, berupa nasi bukhori dan sambal muslim. Sambal Muslim istilah yang ditelurkan dosen IAIH NW Anjani yang berasal dari Pujut wilayah pengembur ini.
Bakdalfutuur.. Akhi Tuan Guru Haitami mengajak kami berziarah ke Abah Soleh. Kebetulan beliau sedang ada agenda di Sembalun dan menginap di gedeng beliau yang berada di Sembalun, ummi menyebutnya rumah singgah. Mobil hitam melarikan kami berempat menuju kediaman Panglima Barisan Hizbullah ini.
Perjalanan pagi menelusuri jalan-jalan yang berliku desa Sembalun sangat kami nikmati, terlebih sepanjang jalan kami ditemani murottal bacaan Al-Qur'an, yang membuat hati ini bergerimis oleh kesejukan embun-embun kalam Tuhan.
Terdengar Mbak Google Map meminta belok kanan, dan sejurus kemudian memberi tahu bahwa tujuan telah sampai. Kami pun berhambur keluar dari mobil, lalu menuju sebuah rumah cantik, yang ternyata dalamnya cukup eksotis dengan dinding mengkilat, plavon juga bermotif awan, dan kabar menariknya, Abah sendiri yang kerjakan.
Kami disambut ramah oleh Ummi dan Abah, dijamu dengan pisang goreng dan pisang tanpa digoreng, minumannya rasa mentol yang hangat, pengusir kedinginan pagi hari. Abah luar biasa. Terus mengisi dari acara ke acara. Menunaikan tugas organisasi, mendidik ummat, menguatkan ukhuwah islamiyah maupun Nahdliyyah. Kami pun mendapat oleh-oleh sorban ala Iqbal Dinda yang kami pakai berfoto.
Abah juga bercerita tentang putri beliau yang saat ini tengah menempuh pendidikannya di China. Saya lihat langsung bagaimana bertalentanya sang putri Abah menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris yang berlogat native speaker. Semoga bije-bije Abah semua sukses dan tercapai segala cita-citanya.
Kami lega dengan silaturahmi ini, selain dapat kenang-kenangan, kami juga mendapat doa. Dalam perjalanan balik ke Rubbat RQNW dibawah kaki gunung, di mobil kami banyak diceriakan oleh Mudir RQNW tentang bagaimana Abah mendidik bije-bijenya, yang penulis garis bawahi, abah mendidik dengan kelembutan.
Aba tidak pernah memarahi, tapi lebih banyak mendoakan. Sungguh sebuah tauladan mulia buat kita selaku pendidik. Abah.. kami langitkan doa semoga Abah senantiasa sehat walafiat, terus menyemangati kita dalam perjuangan, aamiin.
(Selasa 20 Jumadil Awal 1445 H/19 Nopember 2024)
Komentar
Posting Komentar