NAHDLATUL WATHAN LEMBAGA KITA
Diary Sya'ban (19)
*MAULANA: "NAHDLATUL WATHAN LEMBAGA KITA"*
(Catatan 19, Semarak HADI NW ke-72)
Pendiri NW telah memperkenalkan karyanya, ciptaannya, gagasan dan gerakannya berupa organisasi Nahdlatul Wathan lewat berbagai macam media. Satu diantaranya adalah media lagu atau nasyid. Karena nasyid menjadi something nice, cepat tersebar, mudah difahami dan biasanya digemari karena nilai seni membuat hidup manusia menjadi indah.
Kodrat insan suka keindahan, suka mencari ketenangan, kesenangan, hiburan. Nilai seni dilihat Maulana sebagai sarana dakwah. Sarana yang mudah dipergunakan menyampaikan informasi, termasuk mengajak ummat kepada kebaikan, kepada kemajuan via nasyid. Mendidik ummat nilai-nilai yang agamis, termasuk nasionalis.
Nahdlatul Wathan menjadi tempat berkumpul, sarana berbuat dan beramal, berkarya. Maulana menyebutnya Nahdlatul Wathan Lembaga kita. Jadi kata lembaga bermakna organisasi, wadah, sarana, kendaraan dan kata yang serumpun lainnya.
Kalau kita intip Kamus Besar Bahasa Indonesia, lembaga memiliki terminologi yang luas. Catat bagaimana Kamus rujukan nomor satu di Republik ini; "Lembaga merupakan wadah atau tempat orang-orang berkumpul, bekerja sama secara berencana terorganisasi, terkendali, ter pimpin dengan memanfaatkan sumber daya untuk satu tujuan yang sudah ditetapkan."
Jadi sudah jelas, NW dideklarasikan oleh Maulana sebagai organisasinya. Sebagai wadah memperjuangkan Iman dan Taqwa. Maulana tidak menyebut yang lain sebagai lembaga terorganisir tempat berkumpul untuk mencapai tujuan bersama.
Statement Maulana lewat bait pertama Mars NW ini menjadi dalil kuat bahwa Maulana hanya mendirikan organisasi NW. Jadi organisasi yang mirip dengan NW boleh-boleh saja di negara RI ini. Tapi kita sebagai murid Maulana yang setia, yang mengikuti wasiat dan nasihat Pahlawan Nasional itu, pasti akan ikut organisasi karya Maulana.
Siapapun boleh mendirikan organisasi, siapapun juga boleh mengambil keputusan dan sikap organisasi mana yang mau diikutinya, dianutnya. Tapi murid Maulana yang sami'na waato'na tidak akan berada di luar barisan, diluar organisasi buatan Maulana. Mereka akan setia pada NW Maulana.
Nasyid Mars NW ini, menjadi pengumuman kepada dunia, bahwa Sultonul Auliya TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Al-Anfenani punya karya fenomenal, organisasi terkenal bernama Nahdlatul Wathan. Yang pada nama organisasi itu kuat nilai mahabbahnya pada negara. Karena pada negara ummat ini diurus, dimanage, diorganisir.
Sebagai warga negara yang baik, Maulana mengabadikan mahabbahnya pada tanah air dengan menamakan organisasinya Nahdlatul Wathan yang bermakna kebangkitan bangsa atau tanah air. Ini cukup menjadi tuntunan buat kita warga NW maupun siapa saja, bahwa kita harus cinta tanah air kita bersama Indonesia.
Maulana menitip pesan lewat Mars NW ini agar murid-murid beliau, simpatisan beliau, hendaknya bersatu dalam satu organisasi yang telah diwariskannya, yaitu organisasi Nahdlatul Wathan yang didirikan pada tanggal 1 Maret 1953. Dirgahayu NW, selamat Ulang Tahun organisasi Karya Maulana. Long life and go ahead....!
*(Jum'at, 15 Sya'ban 1446 H/ 14 Pebruari 2025)*
Komentar
Posting Komentar