PEMUDA NW PRATIM GELAR SHOLAWATAN
Diary Jumadil Awal (22)
*PEMUDA NW PRATIM GELAR SHOLAWATAN*
*(Catatan dari acara Praya Timur Bersholawat dalam rangka Semarak Hari Pahlawan yang dimotori oleh Pemuda NW)*
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh- sungguh.” (Al-Ahzab ayat 56)
Awas, ada CCTV Malaikat yang selalu terbidik kepada sosok manusia, sorotannya tidak pernah pindah ke lain orang. Karena yang ke orang lain pasti CCTV yang berbeda. Takut kiranya terekam kamera malaikat yang tidak bisa kita menghindar sedikitpun.
Beruntunglah langkah-langkah kaki yang dirahmati Allah, pastilah langkah kaki yang berjalan menuju majlis dimana syiar agama dikumandangkan. Majlis dimana cinta kepada Allah dikampanyekan. Mahabbah kepada Asytoful Ambiyai Walmursalin disyiarkan.
Panitia paling beruntung, dalam hal ini Pemuda NW Praya Timur yang dikomandani Dinda Ust Purnawirawan, QH. MPd beserta jajaran panitia. Kerena mereka penggerak, pengajak dan inisiator. Orang yang yang menjadi pelopor agenda syiar agama pasti punya keunggulan disisi Allah Swt.
Kita tahu hadits nabi Saw yang memberi kabar gembira kepada orang-orang yang mengajak kepada kebaikan, termasuk bersholawat, maka mereka mendapat double pahala. Apalagi yang diajak khalayak ramai, orang banyak, maka akan memperoleh pahala juga dari orang yang mereka ajak, keren kan.
Langit disana menjadi saksi jamaah yang hadir mengumandangkan bait-bait cinta. Ungkapan-ungkapan pujian dan keagungan buat insan terbaik ini ada dasarnya, ada tuntunannnya, ya, karena Allah Swt telah mencontohkan bersholawat. "Innalloha wamalaaikatahu yusolluuna alnnabi" Sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya bersholawat kepada Nabi Saw.
Panggung besar tersaji di lapangan terminal Mujur. Lalu diduduki para Almukarromun Tuanguru - tuanguru dan tamu undangan. Menyala terang lampu yang menyoroti panggung. Semarak makin terasa dari kilatan, sorotan, pernak-pernik lampu berwarna-warni menari-nari ke semua penjuru.
Yang paling berkuasa malam ini adalah MC, kok bisa penulis yang baik hati? Ya dong. Karena apa saja yang diminta MC, semuanya manut, tidak menolak ketika diperintah MC. Beliau-beliau takluk pada seorang santriwati cantik yang bertugas memandu jalannya acara.
Tuan Guru Zainul Hasan diminta MC untuk memandu pembacaan Sholawat Nahdlatain. Beliau legowo, tidak menolak sama sekali. Karena sekalipun yang meminta bantu itu lebih muda, tetap sami'na waato'na karena memang yang diminta sebuah kebaikan, sebuah ketaatan untuk berdoa, bersholawat.
Pada gilirannya ketua Panitia pun (Ust Purna, Ketua Pemuda NW Pratim) manut diminta memberi sambutan. Lagian kan tidak diminta yang aneh-aneh, tapi diminta memberi laporan ketua panitia. Apa beratnya? Tentu oleh karena tugas yang dipercayakan, harus tampil menyampaikan something impirtant.
Kandidat doktor yang tengah menempuh pendidikan S3 ini menyampaikan bahwa Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid sebagai Pahlawan Nasional, bukan hanya milik jamaah Nahdlatul Wathan, tapi milik kita semua sebagai bangsa Indonesaia. Ulama kharismatik pendiri NW itu seorang negarawan, atau guru banhsa.
Pada sesi irsyadat atau tausyiah, MC mengundang Almukarram TGH. Burhanuddin, QH. SAg salah seorang Syaikul Ma'had untuk menyampaikan pesan-pesan mahabbah kepada Rasulullah, sekaligus pencerahan tentang cinta Rasul. Media sholawatan adalah ungkapan cinta kita selaku hamba Tuhan untuk junjungan alam Sang Khoirul Anam, Muhammad Saw.
*(Rabu 14 Jumadil Awal 1445 H/13 Nopember 2024)*
Komentar
Posting Komentar