MADRASAH LADANG AMAL KITA

Diary Jumadil Awal (16)
*MADRASAH LADANG AMAL KITA*

Catatan Dari Acara Pembukaan BIMTEK bendahara dan operator Madrasah di Nurul Wahyi NW Mujur)*

الاعتدال في كل شيء هو سر النجاح
Keseimbangan dalam segala hal adalah rahasia kesuksesan" (Mutiara Kata)

Pagi sekali bapak pengawas kami untuk wilayah kecamatan Praya Timur, Pak Matnan, SPd MH hadir lokasi acara tempat akan diadakannya acara bimbingan teknis (BIMTEK) untuk bendahara sekolah, termasuk juga operator madrasah. Beliau saya lihat sedang beramah tamah di ruang Kamad bersama Ketua KKM MA Praya Timur almukarram Ust Saibun.

Saya pun menyapa dan menyalami beliau, seraya ikut nimbrung, adaptasi dalam basa-basi apa yang tengah didiskusikan. Jauh-jauh beliau sempatkn hadir untuk menjadi motivasi buat kami KAMAD MA di wilayah kerja beliau. Kami pun menjadi segan dan respek kepada pengawas yang selalu enerjik ini.

Pada kesempatan sambutan beliau pada pembukaan Bimtek, yang dihadiri oleh kepala-kepala madrasah dan juga peserta Bimtek, ada wejangan beliau yang membuat kami tertegun dan tersadar. Pada intinya beliau mengingatkan untuk manfaatkan sisa usia kita. Termasuk untuk madrasah, menangani madrasah. Karena kita tidak tahu usia manusia. Madrasah menjadi ladang amal kita.

Madrasah membuka seluas-luasnya peluang untuk kita beramal, untuk kita beribadah wasilah madrasah. Tidak mesti semuanya menjadi guru. Guru hanya satu dari sekian ladang amal yang terbuka, tersedia, tersaji, tinggal mau kita gunakan atau tidak. Seorang wali santri, akan bisa berkontribusi untuk madrasah dengan membatu pendidikan putra putrinya untuk madrasah. 

Walisantri bahkan lebih luas lagi, selain membatu putra-putrinya membiayai sekolahnya, bisa juga dengan berinfaq shodaqoh untuk kemakmuran madrasah, bisa juga dengan bergotong-royong mengeluarka tenaga dan pikiran untuk kemajuan lembaga pendidikan Islam ini. Selebihnya bisa dengan banyak membangun komunikasi dengan warga madrasah.

Seorang cleaning service di sekolah, yang selalu peduli dengan lembaga pendidikan Islam, tidak perlu berkecil hati dengan meratapi profesi yang kadang di pandang sebelah mata. Yakinlah, yang dipandang Allah bukan siapa kita, apa status sosial kita, yang dilihat hati dan amal kita. Kita tidak tahu, bisa jadi kedudukan petugas sampah lebih mulia karena keihklasanya.

Warga sekolah punya peluang yang sama, untuk beramal, untuk beribadah di madrasah. Kita tida pernah tahu Tuhan akan ridho pada amal yang mana. Tugas dan ihktiar kita hanya berbuat, beramal, berikhtiar, hasilnya Allah yang tentukan. Allah yang  membalas kebaikan dan kesabaran hamba-hamba-Nya.

Hari ini, karena kepedulian bapak Pengawas, sebab perhatian bapak-bapak kepala sekolah, serta kontribusi bapak/ibu bendahara sekolah dan operator madrasah, mereka rela meninggalkan kesibukan yang lain, untuk mengutamakan madrasah. Mereka berharap kehadirannya menjadi pengobat fisik maupun nonfisik. Mereka bahagia bisa berbuat dan berkontribusi untuk madrasah.

Madrasah memanggil, menunggu peran dan kreatifitas kita. Madrasah juga menanti pemikiran, gagasan, ide-ide besar kita untuk kemajuan madrasah, supaya tidak monoton. Harus ada inovasi, gerakan dan usaha untuk keceriaan madrasah, kecerahan dan penyegaran madrasah. Kalau saja suasana rumah bisa kita buat lebih atraktif, sekolahpun mengapa tidak? Pasti bisa.

Masalahnya insyaAllah bukan pada bisa ataupun tidak bisa, tapi pertayaannya apakah mau ataupun tidak mau. Kalau sudah ada kemauan pasti ada jalan. Sebagaimana pepatah populer "Where there is a will, there is a way". Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Kalau warga punya kemauan bersama untuk memajukan madrasah, insyaAllah madrasah hebat bermartabat akan bisa kita realisasikan dengan mudah.

*(Sabtu 8 Jumadil Awal 1445 H/9 Nopember 2024)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAHDLATUL WATHAN LEMBAGA KITA