BELAJAR DARI KELAPA MUDA
Diary Jumadil Awal (20)
*BELAJAR DARI KELAPA MUDA*
*(Catatan Ngebolang Ke Pijot, home-visit Santri)*
رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran Ayat 191)
Tuhan kita Allah Swt Maha Memanjakan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya. Apa saja yang ada dipermukaan bumi ini disiapkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Termasuk apa yang Tuhan tumbuhkan dipermukaan bumi, semuanya demi kenyamanan, kesegaran, kenikmatan hidup manusia. Terutama untuk yang dimakan dan diminum.
Bahan-bahan untuk dimakan dan diminum, Tuhan sudah design dan siapkan, semua itu berasal dari berbagai sumber yang berbeda-beda. Salah satunya yang paling unik dan canggih diminum munusia adalah kelapa muda. Kenapa unik?
Ya, unik karena siapa yang begitu pandai menyiapkan air dalam sebuah bulatan buah kelapa? Tidak ada selang ataupun pipa yang tersambung ke dalam buah, tapi ajaibnya dengan tiba-tiba sudah ada cairan dalam bulatan tertutup rapat itu. Padahal tidak ada pori-pori sedikitpum yang berlubang ke dalam kelapa, tidak pula ada semacam alat injeksi atau suntikan cairan ke dalam.
Unik yang kedua adalah, dibuat-Nya oleh Tuhan air kelapa itu terasa manis. Waw.... manisnya juga bukan manis-manis yang berlebihan. Manis yang yang pas sekali manisnya. Bukan manis sarimanis, bukan pula manis yang ada pahit-pahitnya, tapi manis alami, manis original, made-in Yang Maha Rahman.
Apa cukup sampai disitu kita dibuat takjub sama kelapa muda? Jawabannya tidak. Ternyata yang melapisi air nikmat itu adalah daging kelapa yang lembut dan semacam jeli mudah dikunyah. Pas sekali dipadankan dengan air kelapa mudanya sekalian. Hem.. benar-benar dimajakan sekali tenggorokan dan perut ini oleh Yang Maha Bijaksana.
Lebih nikmat lagi kalau minumnya dari gelas alami, dari tempurung kelapa muda itu sendiri. Coba saja rasakan, pasti sensasinya beda banget. Karena yang paling dicari saat ini konsep yang kembali ke alam. Kalau orang buat warung, paling alami dan nyaman dirasa kalau terbuat dari bambu,atau pun kayu hutan.
Dari kelapa muda, banyak orang yang buka warung es kelapa muda. Dibuatnya angkringan menarik di pinggir jalan, dengan bahasa komersial yang atraktif. Berbagai macam bahasa iklan dibuat. Ada yang bilang es kelapa muda, ada yang bilang juga teler, ada yang bilang es penasaran, ada juga yang bilang pom pemadam kehausan dan sebagainya.
Sumber rezeki dan income keluarga bisa berasal dari usaha es kelapa muda ini. Bahkan bukan hanya yang bersifat usaha kecil-kecilan, dalam skala yang lebih besar, orang bisa bangun pabrik untuk membuat minuman ataupun bahan minuman yang berasal dari kelapa muda, seperti yang biasa kita lihat iklan di layar kaca.
Tuhan Maha Bijaksana, kelapa muda dijadikan Tuhan sebagai ibroh atau pelajaran berharga buat kita manusia yang kadang lalai mensyukuri setiap nikmat Yang Allah Anugerahkan. Ibroh pertama adalah kita disadarka betapa Tuhan Maha Kuasa atas segala citaan-Nya. Terlihat dan makin nyata kelemahan dan ketidakberdayaan kita sebagai makhluknya.
Kalau sehari saja kita tidak minum, sungguh awal dari penderitaan yang menyakitkan, apalagi dua hari tiga hari. Kalau 4 lima hari mungkin kita sudah binasa tanpa minuman yang kita konsumsi. Kalau demikian lemah tiada berdayanya kita, lalu pantaskah kita mendurhakai Allah yang menyediakan kita segala jenis makanan da minuman di dunia?
Ibroh kedua, kelapa muda selalu diminati, dicari, dirindukan, dibutuhkan untuk menghilangkan kehausan. Mengapa yang muda lebih dicari? Karena yang masih muda biasanya menyegarkan? Ya, karena dimasa muda itu puncak kenikmatan Yang Tuhan anugerahkan. Sama seperti saat usia muda kita sebagai manusia, lagi semangat-semangatnya berbuat dan berkarya.
Masa muda juga dipuji dan menjadi salah satu golongan yang akan mendapat naungan di hari kiamat adalah Syaabbun nasya-a fii-ibadatillahi yaitu anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Swt. Kelapa muda ingatkan kita tentang nikmat Tuhan berupa usia muda yang produktif yang tidak boleh disia-siakan. Wallohua'lam.
*(Senin 10 Jumadil Awal 1445 H/11 Nopember 2024)*
Komentar
Posting Komentar